Strategy Digital Marketing dan Perencanaannya

Strategy Digital Marketing & Perencanaannya.

Digital Marketing dan Digital Marketing Strategy adalah dua hal yang berbeda. Ketika melaksanakan kegiatan digital marketing, Anda harus memiliki strategy digital marketing yang tepat. Untuk dapat mulai merancang dan menerapkan strategi pemasaran digital, mari kita pahami dulu pengertian konsep ini agar kamu dapat memahaminya dengan benar dan melakukan perencanaan dengan tepat pula.

Apa itu Digital Marketing Strategy?

Menurut American Marketing Association, digital marketing adalah segala bentuk metode pemasaran yang dilakukan dengan menggunakan perangkat elektronik, termasuk di dalamnya pemasaran online melalui internet yang dalam prosesnya melibatkan penggunaan website, search engine, blog, media sosial, video, email dan berbagai channel serupa untuk meraih pelanggan. Lalu, apa bedanya dengan digital marketing strategy?
 
Digital marketing strategy atau strategi pemasaran digital dapat dipahami sebagai serangkaian tindakan menggunakan tiga jenis channel yakni earned media, owned media dan paid media untuk mencapai berbagai tujuan dari keseluruhan aktivitas digital marketing. Dalam menjalankan digital marketing strategy, perencanaan adalah hal yang fundamental dan harus dilakukan. Simak cara membuat perencanaan digital marketing strategy di bawah.

Cara Membuat Perencanaan Digital Marketing Strategy

Setelah mengetahui pengertian digital marketing strategy, kini saatnya kamu melangkah lebih jauh untuk mulai membuat perencanaan digital marketing strategy-mu sendiri. Ada empat langkah yang perlu kamu lakukan dalam menyusun sebuah perencanaan digital marketing strategy. Mulai dari membuat buyer persona hingga menentukan budget. Berikut penjelasan lengkapnya.
 

1. Membuat Buyer Persona

Apa itu buyer persona? Buyer persona adalah deskripsi mendetail yang merepresentasikan target pasar sebuah bisnis. Lebih mudahnya, buyer persona adalah sebuah karakter fiktif yang kamu ciptakan semirip mungkin dengan orang-orang yang menjadi target pasarmu. Dalam membuat buyer persona, kamu bisa memberikan nama, detail demografi (lokasi, usia, pekerjaan, gaji, dan lainnya), minat, serta kebiasaan. Dengan membuat buyer persona, akan lebih mudah bagimu untuk memahami tujuan, kebutuhan serta pola belanja mereka.
Membuat buyer persona secara detail juga akan memudahkanmu untuk merancang sebuah pendekatan serta bentuk komunikasi yang paling tepat untuk selanjutnya diaplikasikan ke target pasar sesungguhnya. Karakter yang telah kamu tentukan sebagai buyer persona akan menjadi panduan bagi segala sesuatu dalam penetapan strategi bisnismu ke depan. Mulai dari pengembangan produk hingga branding yang tepat, hingga pemilihan channel promosi yang tepat akan bisa ditentukan dari karakter buyer persona ini.
 
 
Oleh karena buyer persona menjadi hal fundamental dalam penetapan keputusan bisnis. Dalam membuatnya pun kamu harus mendasarkannya kepada data dan menghindari asumsi. Jika bisnismu telah berjalan, kamu bisa mengolah data konsumen yang ada, meneliti kebiasaan mereka atau melakukan wawancara. Jika bisnismu belum berjalan, maka kamu bisa melakukan riset dengan mengandalkan data dari berbagai sumber terbuka. Dengan demikian, kamu bisa menentukan buyer persona yang tepat untuk memulai rangkaian digital marketing strategy-mu.

2. Tentukan tujuan dengan metode S.M.A.R.T Goals

Dalam menyusun digital marketing strategy, kamu tentu harus memiliki tujuan yang ingin kamu capai. Biasakan untuk membuat tujuan atau goals yang dapat diukur. Selain itu, sebaiknya kamu juga membagi berbagai tujuan dalam beberapa kategori periode waktu mulai dari target jarak pendek, menengah, hingga jangka panjang. Tujuan dalam digital marketing strategy harus sejalan dengan tujuan dalam digital marketing serta tujuan bisnis secara keseluruhan. Pastikan bahwa strategi yang akan kamu buat ditujukan untuk mendapatkan konversi, atau sejumlah prospek lainnya. Membuat tujuan yang strategis akan sangat membantumu mencapai tujuan besar dari jalannya bisnis.
 
Untuk memudahkanmu dalam menentukan tujuan, kamu bisa menggunakan rumus S.M.A.R.T Goals. Dengan S.M.A.R.T Goals, kamu mengklasifikasikan tujuanmu dalam lima kategori besar yakni Specific, Measurable, Attainable, Rellevant, dan Timely.
Specific
Specific berarti targetmu harus spesifik dan tidak bersifat general atau umum. Jangan membuat target dengan kalimat umum seperti “mendapatkan pelanggan baru” atau “meningkatkan popularitas media sosial”. Buat lebih spesifik seperti “mendapatkan 5 pelanggan baru setiap hari melalui Instagram” atau “Meningkatkan responsivitas media sosial maksimal 30 menit dalam menjawab interaksi dengan khalayak”.
 
Measurable
Hal penting lain yang harus dipastikan dalam penentuan tujuanmu adalah tujuanmu harus dapat diukur atau measurable. Sebagai contoh dalam pengelolaan media sosial, kamu menetapkan target 20 ribu pengikut dalam setahun. Dengan demikian, kamu bisa menghitung perkembangannya secara lebih terukur dan periodik setiap hari, minggu, maupun bulan.
  
Attainable
Satu hal yang tidak boleh diabaikan dalam menentukan target adalah memastikan target tersebut realistis untuk dicapai atau dengan kata lain, attainable. Jangan memaksakan diri dengan menetapkan target terlalu tinggi sehingga mustahil bagi kamu untuk mencapainya. Tingkatkan terget sesuai dengan kondisi dan perkembangan bisnismu dari waktu ke waktu sehingga memungkinkan bagi kamu dan tim untuk terus merealisasikannya.
  
Relevant
Dalam menentukan tujuan, kamu juga harus memastikan tujuanmu relevan, dalam artian sejalan dengan apa yang sedang dan akan kamu lakukan. Bagaimana contoh tujuan yang tidak relevan? Misalnya, kamu menetapkan target pertumbuhan subscriber pada channel Youtube bisnismu, padahal kamu tidak memiliki tim pengelola channel Youtube. Maka dari itu, pastikan tujuan-tujuanmu sejalan dengan apa yang sedang kamu lakukan.
 
Timely
Hal terakhir yang juga perlu diperhatikan saat menetapkan target atau tujuan adalah mengenai pengukuran waktu. Pastikan tujuan yang kamu tetapkan bersifat timely atau bisa diukur berdasarkan periode waktu. Berikan deadline dalam pencapaian sebuah tujuan seperti harian, mingguan, bulanan, kuartal, semester atau tahunan. Semakin detail deadline yang ditetapkan, akan semakin mudah bagimu dan tim untuk berusaha memenuhinya tepat waktu.

3. Pahami kondisi channel marketing strategy saat ini

Untuk bisa membuat sebuah digital marketing strategy yang tepat, kamu harus memahami potensi tiga jenis channel yang kamu miliki yakni earned media, owned media dan paid media.
 
Earned media
Earned media adalah channel media yang bisnismu dapatkan secara cuma-cuma dan berguna pagi pemasaran bisnis. Hal ini bisa berupa sebuah post konsumen di Instagram yang puas akan produkmu, sebuah komentar, testimoni atau ulasan positif di berbagai platform di internet. Lakukan riset mengenai earned media yang dimiliki bisnismu dan temukan cara meningkatkannya.
 
Owned media 
Owned media adalah segala jenis media yang dimiliki dan dikelola oleh bisnismu. Hal ini bisa berupa blog, website, media sosial dan lain sebagainya. Pelajari potensi owned media yang bisnismu miliki dan lakukan peningkatan secara berkala untuk mengoptimalkan pengaruhnya pada bisnis.
 
Paid media
 Paid media adalah segala jenis media berbayar yang kamu miliki untuk mempromosikan bisnis. Paid media bisa berupa iklan di Google, media sosial maupun endorsement dari seorang influencer. Jika kamu berminat menggunakan atau telah menggunakan paid media dalam digital marketing strategy-mu, maka pastikan kamu melakukan analisis berkala mengenai efektivitasnya dan berbagai cara untuk terus meningkatkan performa paid media bagi bisnismu.

4. Menentukan Budget

Dalam menentukan digital marketing strategy, akan ada besaran budget yang dibutuhkan untuk menjalankannya. Kamu harus paham benar kisaran budget yang dimiliki bisnismu untuk menyokong perencanaan pemasaran digital yang akan dilakukan. Jangan sampai kamu membuat perencanaan dengan budget fantastis sementara kondisi keuangan bisnis belum mampu mengakomodir. Hal tersebut akan membuat perencanaanmu menjadi sia-sia.
 
Pastikan kamu membuat perencanaan dengan anggaran yang realistis. Setelahnya, akan lebih efektif bila kamu memecahnya menjadi budget untuk masing-masing campaign. Pembagian budget untuk masing-masing campaign akan memudahkan tim terkait untuk melakukan perencanaan belanja untuk promosi secara lebih terarah.
 
Setelah mengetahui pengertian digital marketing strategy dan cara melakukan perencanaan untuk bisnismu, kini kamu sudah siap untuk menerapkannya, bukan? Pastikan kamu menerapkan semua langkah dengan detail dan disesuaikan dengan kondisi dan model bisnismu masing-masing, ya!

Referensi:
–Kumparan.com

Digital Marketing Marketing